Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo) mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar tertib dan profesional dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Pengelolaan anggaran tersebut dinilai berpengaruh terhadap capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti, saat membuka kegiatan Pendampingan Teknis Peningkatan Kapasitas Satuan Pendidikan dan Sosialisasi Juknis BOS. yang berlangsung di Aula Disdikbud Parimo.
Dalam arahannya, Sunarti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi internal, masih terdapat sejumlah sekolah yang mengalami sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Dana BOS tahun 2025.
“Berdasarkan hasil evaluasi kita, masih ada beberapa sekolah yang mengalami silpa Dana BOS 2025,” ujar Sunarti. Selasa, (3/03/2026)
Ia menegaskan, meskipun Silpa tersebut tercatat dalam laporan administrasi, kondisi itu tetap menjadi indikator bahwa satuan pendidikan belum maksimal dalam mengelola keuangan negara.
Menurutnya, pengelolaan Dana BOS yang kurang optimal tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga berpengaruh terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam mempertahankan predikat WTP.
“Ini berkontribusi pada penilaian WTP, karena salah satu unsur yang dinilai adalah pengelolaan Dana BOS oleh satuan pendidikan,” jelasnya.
Sunarti menambahkan, apabila ke depan opini WTP daerah mengalami penurunan akibat lemahnya tata kelola Dana BOS, maka hal tersebut turut berdampak pada evaluasi kinerja Dinas Pendidikan.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah dan pengelola BOS untuk lebih disiplin dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), memastikan realisasi anggaran tepat waktu, serta menghindari terjadinya Silpa.
“Saya berharap ke depan tidak ada lagi silpa, apalagi pada anggaran yang sudah direncanakan. Jika itu terjadi, bisa dianggap sekolah tidak membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Sumber : https://parimoaktual.com/2026/03/03/disdikbud-parimo-tekankan-tertib-kelola-dana-bos-cegah-silpa-dan-jaga-predikat-wtp/